Thursday, June 17, 2010

Mughirotul ro’yi

Berdasarkan puisi sebelum ni yang sedikit menyatakan tentang al-mughiroh, Terdetik di hati nak ceritakan tentang salah seorang sahabat Rasulullah yang hebat ini..

Biasanya dipanggil Abu Abdullah. Gelarnya “Mughirotul ro’yi”. Nama lengkapnya al-Mughiroh bin Syu’bah bin Abu Amir bin Mas’ud as-Syaqofy. Dilahirkan di kota Thoif pada tahun 20 sebelum Hijrah. Wafat pada tahun 50 Hijriah.
Pada masa Jahiliyah, beliau meninggalkan Thoif dan datang ke Iskandariah. Beliau diutus untuk menemui Muqouqis, penguasa Mesir waktu itu. Setelah itu kembali ke Hijaz. Beliau berikrar masuk agama Islam pada tahun 5 Hijriah. Selama berjuang dalam menegakkan ajaran Islam, beliau menyaksikan perjanjian Hudaibiyah, perang Yamamah, penaklukan Syam dan qadasiyyah, Nahawan, Hamdan dan lainnya. Hanya saja pada waktu perang Yarmuk beliau tidak ikut berperang karena ada halangan.

Sebelum meletus perang Qadasiyyah, Rustum panglima Persia meminta kepada Sa’ad bin Abu Waqos untuk mengutus wakil yang yang cerdas dan pandai agar mampu menjawab pertanyaan-pertanyaanya. Sa’ad akhirnya mengutus al-Mughiroh untuk memenuhi permintaan Rustum. 

Setelah sampai di tempat Rustum, dia berkata; “Kalian adalah tetangga kami. Kami pun berbuat baik kepada kalian dan tidak pernah melakukan kekerasan terhadap kalian. Lebih baik kalian pulang saja ke negerimu. Kami tidak akan melarang perdagangganmu untuk masuk ke negeri kami. 

Apa jawapan al-Mughiroh mendengar ucapannya itu; “Kami tidak mencari keduniaan. Keinginan dan cita-cita kami adalah kehidupan akhirat. Allah telah mengutus kepada kami seorang Rasul.” 
Setelah itu beliau berkata lagi; “Sungguh saya telah kuasa kelompok ini bagi orang yang tidak mahu masuk ke agamaku. Dan saya membalas dendam kepada mereka. Dan saya akan jadikan kemenangan bagi mereka selama mereka mengakui agamaku; yaitu agama yang benar. Tidak seorangpun menginginkan kecuali kemuliaan dan tidak seorangpun berpegang teguh melainkan kepada tali kejayaan dan kemuliaan.” 

Rustum bertanya; “Apa itu agamamu?” Beliau menjawab; “Adapun tiang agama itu dimana dengannya sesuatu itu akan menjadi maslahah adalah syahadah; tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah dan mengakui apa yang dibawanya.” Rustum berkata; “Alangkah bagusnya ajaran itu. Terus apa lagi?” Beliau menjawab; “Manusia adalah satu keturunan dari bani Adam dan mereka adalah bersaudara atas dasar satu ayah dan ibu.” Rustum berkata lagi; “Bagus juga pendapatmu ini. setelah itu Rustum bertanya; “Apa pendapatmu sekiranya kami semua masuk agamamu, apakah kalian akan kembali lagi ke negeri kami?” Beliau menjawab; “Iya. Demi Allah. Kami tidak mendekati negerimu melainkan untuk berdagang atau ada keperluan.” Rustum menjawab; “Bagus.” 

Pada waktu beliau keluar dari tempatnya, Rustum mengingatkan para pemimpin kaumnya tentang ajaran Islam. Hanya saja mereka menolak ajakan Rustum itu untuk mengikuti ajaran Islam. Hingga akhirnya Allah berikan ganjaran atas perbuatannya itu.

Pada waktu Umar menjadi khalifah, beliau ditugaskan untuk menjadi wali di Basrah. Selama menjabat sebagai wali, banyak sekali negeri-negeri yang ditaklukan. Hanya saja kemudian beliau mengundurkan diri. Kemudian ditugaskan lagi untuk menjadi wali di Kuffah. Ketika khalifah dipegang Utsman bin Affan, beliau juga diberi amanah untuk menjadi wali Kuffah tapi kemudian mengundurkan diri. Ketika terjadi fitnah antara Ali dan Muawwiyah, beliau beriktizal dan tidak ikut kedalam mana-mana kubu.

Kononnya beliau adalah orang pertama yang membuat diwan Basrah. mengenai peribadinya, as-Sya’by berkata; “ Orang cerdik dan bijak Arab itu ada 4; Muawwiyah karena kesabaran dan kemurahan hatinya, Amru bin Ash karena pandai menyelesaikan masalah, al-Mughiroh karena kepandian memberi jawaban dengan cepat dan Ziyad bin Abihi karena bijak terhadap yang muda dan tua.”

Selama hidupnya beliau telah meriwayatkan kurang lebih 136 hadits. Diantara riwayat haditsnya itu; Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada kalian; berbuat jahat terhadap ibu, melarang untuk memberi, membunuh anak perempuan. Dan Allah juga membenci berita yang tidak tahu sumbernya, banyak bertanya, dan membazirkan harta benda (HR.Bukhari Muslim)

Puisi indah mengajak dakwah

Puisi ni dari pengamatanku..ia berdasarkan 10 arkanul bai'ah drp risalah Ta'alim, oleh imam Hasan Al-Banna


Katakanlah:
‘ inilah jalanku,
aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh,
aku dan pengikut-pengikutku
Mahasuci Allah!
dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik

Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal,
lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia,
bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya,
Syurga dan Ridho Allah Cinta adalah sumbernya,
hati dan jiwa adalah rumahnya.

Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalanannya,
berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…


Pergilah ke hati-hati manusia,
ajaklah ke jalan Rabbmu
Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham,
Mengerti tentang Islam,
Risalah anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatik dan bangga dengannya
Seperti Mughiroh bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ikhlas menghiasi hati,
memotivasi jiwa untuk berkarya Seperti kata Abul Anbiya,

“Sesungguhnya shalatku,
Ibadahku,
hidupku,
dan matiku semata bagi Rabb semesta".
” Berikan hatimu untuk Dia,
katakan “Allah Ghayatuna”

Jika engkau cinta maka dakwah adalah amal
Membangun kejayaan ummat kapan saja di mana saja kamu berada
Yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan,
al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi,
keluarga, masyarakat hingga
Negara Bangun aktivitas secara tertib untuk mencapai kejayaan


Jika engkau cinta maka dakwah adalah jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimat Allah rendahkan dugaan syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangku tangan


Jika engkau cinta maka dakwah adalah taat
Kepada Allah & Rasul, Al-Qur’an & Sunahnya Serta orang-orang bertaqwa
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
Karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah


Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsabat
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan,
teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan 


Jika engkau cinta maka dakwah adalah tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’I sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan


Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah


Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia,
utamanya mukmin mujahidin
Lapang dada merupakan syarat terendahnya,
itsar bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’I dalam cintaNya
Berjumpa karena taat kepadaNya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah
Saling berjanji untuk menolong syariatNya



credit to: http://www.iluvislam.com/v1/readarticle.php?article_id=1164

Sunday, June 13, 2010

Rejab yang datang




Apabila kita meneliti kepelbagaian sumber yang ada di tangan ulama, didapati Rejab ada keistimewaannya tersendiri. Tidak hairanlah inti sari (matan) hadis “Rejab bulan Allah, Syaaban bulanku dan Ramadan bulan umatku..” disokong oleh ulama muktabar.


Antaranya, Imam Hibbatullah bin Mubarak, yang meriwayatkan keistimewaan Rejab berdasarkan sanadnya yang jelas sebagaimana yang direkodkan oleh Syeikh Abd Qader al-Jaylani dalam al-Ghunyah.


Oleh itu, amat baik jika diperhatikan siapa beliau dan bagaimana kualiti sanad yang diriwayatkannya.


Tambahan pula, matan hadis terbabit tidak bertentangan dengan nas al-Quran. Sebaliknya selari dengan perisytiharan Allah S.W.T pada surah al-Taubah ayat 36 mengenai empat bulan haram yang dimaksudkan: Rejab, Zulkaedah, Zulhijjah dan Muharam.


Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya menyifatkan Nabi s.a.w menegaskan Rejab adalah bulan Allah, iaitu bulan ahlullah. Dikatakan penduduk (mukmin) Tanah Haram itu ahlullah kerana Allah yang memelihara dan memberi kekuatan kepada mereka.


Imam al-Thabrani meriwayatkan daripada Anas bin Malik, apabila tibanya bulan Rejab, Baginda mendoakan: “Ya Allah, berkatilah hidup kami di bulan Rejab dan Syaaban dan sampaikan (hayat) kami kepada bulan Ramadan.”


Imam al-Thabrani meriwayatkan daripada Abu Hurairah, Nabi s.a.w tidak menyempurnakan puasa sebulan selepas berlalunya Ramadan kecuali pada Rejab dan Syaaban.


Al-Hafiz al-Haitsami dalam Majma’ al-Zawa’id turut meriwayatkan mengenai kelebihan Rejab. Walaupun dengan sanad daif, ia sudah memadai untuk menepati spesifikasi kelebihan beramal dan meningkatkan hemah diri.


Hal ini jelas sebagaimana diakui fuqaha dan ahli hadis menerusi kenyataan Imam al-Nawawi dalam kitab al-Arba’ien.


Lebih kukuh, Imam Muslim meriwayatkan daripada Uthman bin Hakim al-Ansari, beliau (Uthman) pernah menanyakan Said bin Jubayr mengenai puasa Rejab (pada bulan Rejab).
Said menjawab: “Aku mendengar Ibn Abbas mengatakan: “Rasulullah s.a.w berpuasa Rejab sehingga kami menyangka Baginda tidak berbuka (terus-menerus berpuasa) dan Baginda berbuka sehingga tidak nampak berpuasa.” (Sahih Muslim)


Imam al-Nawawi mengatakan: “Apa yang zahir daripada ucapan Sa’id bin Jubayr itu menjadi bukti tiada tegahan untuk berpuasa padanya (Rejab) kerana bulan berkenaan. Bahkan kedudukannya sama mengikut baki bulan Islam yang lain.


Tidak ada larangan untuk melakukan ibadat puasa di bulan Rejab, tidak pula disunatkan kerana bulannya. Tetapi apa yang disunatkan ialah kerana kesunahan puasa terbabit.


Imam Abu Thayyib al-Azhim juga mengatakan: “Dalam Sunan Abi Daud direkodkan Nabi s.a.w menggalakkan kita berpuasa di bulan yang haram. Rejab adalah satu darinya.”


Al-Hakim meriwayatkan daripada Nubaisyah: “Seorang lelaki menanyakan Nabi SAW, wahai Rasulullah! Kami memberi persembahan (kepada berhala) di zaman Jahiliyah. Maka apa pula yang harus dilakukan di bulan Rejab ini. Baginda menjawab : “Sembelihlah binatang ternakan kerana Allah di mana-mana bulan sekalipun. Lakukanlah kebaikan kerana Allah dan berilah makanan.”


Imam al-Baihaqi meriwayatkan daripada Imam Syafie berbunyi : “Telah sampai kepada kami Syafie mengatakan: Sesungguhnya doa itu mustajab pada lima malam; malam Jumaat, malam Aidiladha, malam Aidilfitri, malam pertama bulan Rejab dan malam nisfu Syaaban.”


Berdasarkan kepada penyelidikan, Rejab mempunyai pengertian dalam kelasnya yang tersendiri. Sumber hukum melalui al-Quran, hadis dan keterangan ulamak salaf memberitahu kita bahawa di sana ada hadis sahih, hasan, mursal, marfuk, daif, daif jiddan, wahin (amat lemah) dan palsu berkaitan Rejab.


Oleh itu, setiap isu dan dalil harus difahami secara menyeluruh lagi mendalam agar kita tidak tersasar daripada landasan yang benar.


Dalill yang jelas, terang lagi bersuluh sepatutnya diamalkan. Dalil yang lemah boleh dijadikan bahan sokongan dan penambahbaikan dalam sesuatu amalan, sementara dalil palsu ditinggalkan.
Sempena sepertiga Rejab yang mulia, renunglah, setakat mana ilmu kita? Berapa banyak yang diamalkan dan di mana pula keikhlasan kita?


Alangkah manisnya apabila kita dapat menyatukan ibadat solat, puasa, zikir, tasbih, tahlil, tahmid, qiyam, bersedekah dan kebaikan lain di bulan Rejab. Semoga amalan Rejab ini menjadi pemangkin untuk mereka yang benar-benar dahagakan kebesaran dan keagungan Allah.


Pencarian hakikat Rejab sebenarnya bermula dan berakhir dengan kesucian hati kita. Sucikan suapan, pakaian dan perbuatan kita. InsyaAllah sinar keagungan Rejab mampu menjadi milik kita secara hakikatnya.


credit to: http://al-islam.wikidot.com/bulan-rejab

Saturday, June 12, 2010

25 pesanan Luqmanul Hakim

01 – Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang bernama TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH.
02 – Orang – orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yang insaf dan sedar setalah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemuliaan dari ALLAH juga.
03 – Hai anakku; orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.
04 – Hai anakku; seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.
05 – Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.
06 – Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.
07 – Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.
08 – Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih lagi daripada semua itu, adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) yang jahat.
09 – Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.
10 – Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.
11 – Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.
12 – Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.
13 – Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.
14 – Makanlah makananmu bersama sama dengan orang orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulamak dengan cara meminta nasihat dari mereka.
15 – Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.
16 – Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu,maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.
17 – Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.
18 – Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.
19 – Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya~ yang akan mendatangkan cela pada dirimu.
20 – Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia saja kerana engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.
21 – Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.
22 – Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia siakan hartamu.
23 – Barang sesiapa yang penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandungi racun, dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.
24 – Hai anakku; bergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya kerana sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.
25 – Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.

Monday, June 7, 2010

Today~

Today I can complain because the weather is rainy or I can be thankful that the grass is getting watered for free.
Today I can feel sad that I don't have more money or I can be glad that my finances encourage me to plan my purchases wisely and guide me away from waste.
Today I can grumble about my health or I can rejoice that I am alive.
Today I can lament over all that my parents didn't give me when I was growing up or I can feel grateful that they allowed me to be born.
Today I can cry because roses have thorns or I can celebrate that thorns have roses.
Today I can mourn my lack of friends or can excitedly embark upon a quest to discover new relationships.
Today I can whine because I have to go to work or I can shout for joy because I have a job to do.
Today I can complain because I have to go to school or eagerly open my mind and fill it with rich new tidbits of knowledge.
Today I can murmur dejectedly because I have to do housework or I can feel honored because the Lord has provided shelter for my mind, body and
soul.
Today stretches ahead of Allah, waiting to be shaped. What today will be like, is up to Him.

Allah allows us to choose what kind of day we will have!



credit to totcher

Saturday, June 5, 2010

Islami Ya Quds

Nasyid ni aku suka..





Album : 
Munsyid : Shoutul Harokah
http://liriknasyid.com 


Islami ya qudsu inna lil fida’
Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Abadan kan taskiini abada
Innai arju ma’a yaumi ghada

Islami ya qudsu inna lil fida’
Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Abadan kan taskiini abada
Innai arju ma’a yaumi ghada

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin 

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin 

Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
In rama…baghyus-sihaama
Attaqiiha bi fuaadii
Waslami fii kulli hiin 

Muslimun ana banaani man bana
Masjidal aqsal-lazi ayantana
Waqfatus-sokhrati fiima bainana
Bi wuquufid-dahri waqfati ana

Muslimun ana banaani man bana
Masjidal aqsal-lazi ayantana
Waqfatus-sokhrati fiima bainana
Bi wuquufid-dahri waqfati ana

Lilkifaahi wal jihadi lil bilad
La amiilu la amallu la alin

Lilkifaahi wal jihadi lil bilad
La amiilu la amallu la alin

Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
In rama…baghyus-sihaama
Attaqiiha bi fuaadii
Waslami fii kulli hiin 

Islami ya qudsu inna lil fida’
Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Abadan kan taskiini abada
Innai arju ma’a yaumi ghada

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin 

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin 

Lil ulaa abna’al-qudsi lil ulaa
Wa bi qudsi syarri fil-mustaqbala
Wa fidalli qudsi lid-dunya falaa
Ado’ul islami lillah awwala

Lil ulaa abna’al-qudsi lil ulaa
Wa bi qudsi syarri fil-mustaqbala
Wa fidalli qudsi lid-dunya falaa
Ado’ul islami lillah awwala

Jaanibal aisaaru qalbuhul fu’aad
Wa bilaadi hiya bi janbil-yamin

Jaanibal aisaaru qalbuhul fu’aad
Wa bilaadi hiya bi janbil-yamin

Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
In rama…baghyus-sihaama
Attaqiiha bi fuaadii
Waslami fii kulli hiin 

Minda ini,..perlu lebih terbuka




" if today is not today..then what day is today? "

Soalan sebenar adalah bukan sekadar pada soalan itu..tapi pada bagaimana kita mentafsir, melihat soalan itu. Kebanyakan akan melihat ia sebagai satu soalan yang mengelirukan dan memeningkan kerana mereka berada di dalam satu ruang litup yang hanya menamakan hari itu dengan hari Isnin - Ahad..dan mereka melihat jika hari ini adalah hari selasa, mana mungkin ia boleh bertukar kepada hari lain. Sedangkan jawapannya adalah begitu dekat, iaitu HARI LAIN, "If today is not today..then, today is another day ". Cara kita berfikir sebenarnya banyak dipengaruhi oleh apa yang telah ditetapkan oleh sekeliling, atau keadaan atau suatu penyataan yang kita menerimanya sehingga kita tidak lagi nampak pendapat yang lain,sehingga ia menyekat peningkatan kita untuk berfikir lebih. Apa yang kita patut lakukan adalah dengan membuka seluas-luasnya ruang minda kita agar dapat berfikir dan cuba melihat dari semua sudut dan tidak dipagari oleh sesuatu yang boleh membantut pemikiran kita.

Satu lagi keadaan, Seperti melihat sebuah gelas yang separuhnya diisi dengan air, jika ditanya apa yang dilihat pada gelas itu, mungkin sebahagian daripada anda akan menjawab," saya melihat air yang memenuhi separuh gelas", tapi pada pandangan sebahagian yang lain pula mungkin akan menjawab,"saya melihat separuh gelas adalah kosong diisi udara ". Dan kedua-dua jawapan itu adalah betul dan tidak perlu lagi bergaduh tentang jawapan siapa yang tepat. Oleh sebab itu, dalam melibatkan diri dengan dunia manusia atau dalam menjalani kehidupan yang mungkin kita yakin laluan ini adalah sebaik jalan bagi kita, perlu juga kita mendengar pandangan sebelah pihak yang lain, pandangan itu mungkin agak berbeza dari kita, dan seharusnya kita mempertimbang, membanding dan menilai dengan sebaiknya dan bukanlah menolak mentah kerana terlalu berpegang kepada apa yang dipegang selama ini.

Kesimpulannye, Seharusnya kita cuba lah sedaya untuk membuka minda, cuba untuk tidak melimitkan pemikiran kita malah cuba untuk melihat dari segenap sudut serta mampu menerima pendapat yang berlainan dan bukanlah mementingkan ego dan rasa pandai dalam diri. ^_~

Friday, June 4, 2010

Amanat Ulama' Palestin di Perhimpunan Perdana Palestin

Dipetik dari laman HALUAN
Sebuah ucapan yang membangkitkan semangat.
-----------------------------------------------------------------------------------
Segala Pujian hanya untuk Allah Tuhan Seluruh Alam, selawat dan salam semoga terlimpah atas Imam Para Mujahidin Baginda Muhammad S.A.W., keluarga dan para sahabatnya semua dan kepada sesiapa sahaja yang mengikut petunjuk dan sunnahnya hingga Hari Kiamat nanti.
Saudara-saudaraku sekalian,
Para hadirin yang mulia,
As-Salaamu'alaykum wa Rahmatullahi Ta'ala wa Barakatuh.
Penghormatan dari lubuk hati yang paling dalam dan dasar keluarga kalian rakyat Palestin dan dari umat ini seluruhnya. Mereka dan kami semua menyanjung anda sekalian rakyat Malaysia, Wahai rakyat Malaysia yang agung yang telah memperbaharui kemuliaan umat serta menulis kembali seluruh sejarah kehebatan Palestin, kehebatan Al-Quds dan Al-Aqsa.
Semoga Allah melimpahkan seluruh kebaikan atas pertemuan ini.  Hari ini kita berjumpa demi kebangkitan kemanusiaan dan kebangkitan Islam serta dalam rangka kebangkitan persaudaraan agung yang dibina oleh rakyat Malaysia yang mulia.
Kalian berkumpul semua di sini dalam rangka menghancurkan sekatan dan kepungan terhadap saudara-saudara kalian di Gaza, dalam kaitannya dengan perancangan keberangkatan kafilah-kafilah termasuk kapal-kapal yang bertekad untuk menghentikan kepungan terhadap keluarga-keluarga kalian di Gaza.
Saya memohon kepada Allah agar memberikan Taufiq dan memperkasa gerak kerja kalian, semoga Allah melimpahi kebaikan dan penghormatan kepada Malaysia.
Terima kasih kepada Malaysia, 
Terima kasih kepada para pemimpin Malaysia,
Terima kasih kepada kerajaan Malaysia,
Terima kasih kepada rakyat Malaysia,
Terima kasih atas segala kekuatan yang dikerahkan oleh rakyat serta berbagai kelompok masyarakat, terima kasih kepada semua yang telah anda berikan kepada Palestin.
Terima kasih kepada seluruh NGO dan organisasi amal yang telah bekerja keras dalam rangka menolong keluarga-keluarga kita di Gaza, di Tebing Barat dan di Al-Quds.
Terima kasih secara khusus kepada HALUAN Malaysia yang telah menginisiatif dan mengelola Perhimpunan Perdana ini. Begitu juga, terima kasih kepada semua organisasi yang mendukungnya.
Saya mengenal HALUAN yang sudah melaksanakan banyak program untuk membantu Palestin. Kami meminta kepada Allah agar anda sekalian berjaya mengikut serta dalam menghancurkan sekatan ke atas Gaza.
Oleh yang demikian, saya ingin memberi taklimat ringkas tentang isu Palestin dari dua perpektif;
Perpektif Pertama, Gaza yang hari ini menderita kerana sekatan. Gaza hari ini merupakan penjara terbesar di dunia bahkan penjara terbesar dalam sejarah manusia.
Sejumlah 1.5 juta manusia terperangkap di dalam penjara ini dan tidak boleh keluar mahupun bergerak bebas. Seluruh sempadan ditutup dengan tembok, pintu-pintu sempadan ditutup, dan yang sayang sekali, pintu sempadan Rafah yang menghubungkan Gaza ke Mesir juga ditutup, tidak dibuka kecuali sekejap untuk beberapa ketika sahaja.
Sehingga hari ini lebih daripada 500 rakyat Palestin telah syahid kerana tidak mendapatkan rawatan sakit disebabkan dihalang keluar daripada Gaza.
Hari ini, Gaza menderita parah kerana sekatan,  kebuluran dan hukuman kejam yang dijatuhkan terhadap diri mereka.
Apakah dosa sebenarnya yang telah dilakukan oleh rakyat Gaza untuk mereka dihukum seperti ini?
Demi Allah! Sama sekali mereka tidak melakukan apa-apa pun kecuali kerana mereka memilih HAMAS (Gerakan Perjuangan Islam) melalui suatu pilihan raya yang bebas dan demokratik pada tahun 2006 sekaligus tidak mengiktiraf Rejim Israel.  Sebagaimana juga penduduk Tebing Barat yang pada pilihan raya itu juga telah memilih HAMAS kerana mereka yakin memerlukan perjuangan (muqawamah). Mereka merasa wajib memilih jalan juang ke atas Israel dan memilih pemimpin yang komited membela dan menjaga bumi Al-Quds, pemimpin yang berdedikasi menjaga hak rakyat Palestin untuk pulang ke negaranya, dan pemimpin yang bersungguh-sungguh menjaga hak-hak rakyat Palestin. Mereka juga telah memilih pemimpin yang berpegang teguh menjaga kewibawaan Palestin.
Rakyat Gaza sekarang dihukum secara besar-besaran dan kolektif kerana mereka memilih untuk melawan kehendak penjajah Israel dan Amerika Syarikat, serta melawan semua syarat yang diajukan oleh Eropah yang zalim. Gaza hari ini dihukum kerana keteguhannya berdiri di hadapan wajah kezaliman serangan Zionis Israel dua tahun yang lepas. Hari ini, Gaza membayar keteguhan, ketegaran dan kemuliaannya dengan menderita keparahan, luka-luka dan kelaparan serta terhalangnya seluruh warganya keluar. Sikap teguh ini telah menggagalkan kejahatan serta sekatan ke atasnya. Sebaliknya Gaza akan berjaya dan memenangkan pertempuran panjang ini, tetapi kepastian kemenangan itu datangnya dari Allah. Itu sudah pasti.
Warga Gaza telah membuktikan keteguhan dua tangannya tetapi keteguhan ini juga ada di tangan kalian, bangsa Arab dan bangsa Muslimin, dan di tangan seluruh warga dunia yang merdeka, yang tidak akan berdiam terhadap kekejaman sekatan, kebuluran serta hukuman kolektif yang ditimpakan terhadap Gaza. Oleh sebab itu, sikap anda di sini dan bertemunya anda di sini serta bantuan anda semua dalam mengumpulkan dana sekaligus meyakinkan para dermawan agar ikut serta dalam menerobos sekatan di Gaza merupakan usaha mulia. Kalau keluarga-keluarga kita di Gaza berjihad dengan nyawa, darah, tubuh badan serta penderitaannya, anda sekalian berjihad bersama seluruh manusia merdeka di seluruh dunia dengan harta, dengan kata-kata, dengan sikap, dengan seluruh gerakan kafilah-kafilah ke Gaza, dengan kapal-kapal yang menembus sekatan, sampai Zionis tahu bahawa sekatan mereka hakikatya telah gagal.
...sehinggalah seluruh pelosok dunia mendengar teriakan kita, "SEKARANG MASANYA MENGHENTIKAN SEKATAN!"
...dan tempat yang terhormat ini tidak ada yang lebih terhormat, selain Turki, Malaysia, Indonesia dan seluruh warga dunia merdeka, semoga Allah melimpahkan kepada kalian seluruh kebaikan.
Kami akan mendoakan bagi kamu ganjaran yang besar di sisi Allah sebelum datangnya ganjaran kemuliaan dari manusia.
Sudut pandang kedua, adalah Al-Quds.
Wahai saudara-saudariku, 
Hari ini telah sempurna penjajahan ke atas Al-Quds. Telah sempurna pengusiran atas saudara-saudara kita di Al-Quds, pembinaan mukim-mukim Yahudi di Al-Quds, telah menghancurkan tempat-tempat bersejarah kita di Al-Quds, di Al-Khalil dan di Betlehem serta yang paling berbahaya adalah apa yang berlaku di Masjidil Aqsa.
Saudara-saudaraku, kiblat pertama Anda dan kita semua. Masjid yang agung dan penuh barakah ini, yang menjadi tempat Isra' Nabi kita Muhammad Sallallaahu 'alayhi wa sallam, dan kemudian bermi'raj daripadanya ke langit, semoga selawat dan salam serta keberkatan terlimpah atas beliau. Al-Quds dan Al-Aqsa merupakan pintu gerbang bumi ke langit, dan inilah jalan kekasih kita Muhammad SAW dalam perjalanannya yang penuh barakah dan agung ke langit-langit pertama. Hari ini Al-Aqsa diambang keruntuhan akibat penggalian-penggalian yang menghantarnya menuju kehancuran dan kemusnahannya, serta pembinaan Haikal Yahudi yang diagungkan di atas tanahnya. 
Tahukah kalian bahawa ada 10 sinagog Yahudi yang sudah dibangun di sekitar Masjidil Aqsa, sebagaimana yang kalian ketahui dalam dua bulan baru-baru ini telah dibina sinagog Kharab dan sedang disiapkan pembangunan sinagog lain yang bertujuan merosak imej Al-Quds yang lama.
Imej Al-Quds akan dirampas dan diubah hingga kaum Muslimin nanti tidak akan mengenali lagi Masjidil Aqsa dan Kubah As-Sakhra. Sungguh mereka benar-benar menginginkan terjadinya perubahan imej ini dan mengatur kehancuran Al-Quds terjadi di depan mata kepala seluruh dunia. Apakah kita akan berdiam diri atas kejahatan ini?
Al-Quds akan menjadi (milik) Yahudi, dan Al-Aqsa akan menjadi puing-puing dan adalah tanggungjawab kita semua dan Anda sekalian akan hal ini. Ini merupakan tanggung jawab sejarah kita. 
Tetapi di atas itu semua, wahai saudara-saudaraku, tenangkan diri kalian bersama kami rakyat Palestin, kerana kami terikat sumpah dan amanah, insya Allah, kami bersama kalian wahai saudara-saudaraku.
Kami berterima kasih atas sikap kalian yang agung dan saya memohon kepada Allah agar Dia menjaga kalian, selalu bersama kalian, dan menambahkan kepada kalian dan kepada kita semua seluruh kebaikan yang banyak.
Was-Salaamu'alaykum wa Rahmatullahi Ta'al wa Barakaatuh.
Damascus, 5 Mei 2010

khabar dari sudan

Dah lama la jugak tak dengar khabar dari alox, sahabat dari kedah, sebilik dengan ku time kat polisas dulu. 2 Tahun lepas ada jugak telefon umah dia, mak dia cakap, "Alox x daq, dia pi sudan, blajaq sana." dengan loghat pekat kedah, pastu perbualan yang agak singkat, masih agak kabur sebenarnya, membuatkan aku tertanya-tanya betul ke kat sudan? macam mana boleh hanyut sejauh tu. Dulu dia memang ada bagitau nak dalami ilmu agama bila dah abis blaja kat polisas tapi waktu tu dia x ade la menekankan sangat apa yang dia cakapkan, aku pun sekadar mengangguk tanda menyokong.

Semalam alhamdulillah Allah ketemukan kami kembali, walaupun hanya kat YM, panjang lebar jugaklah perbualan kami. Segala persoalan yg ada kat kepala ku semua dikeluarkan. Sekarang barulah jelas. Memang benar ke sudan dia. University international africa..itu lah tempat dia berkelana. khabarnya dia ambil kuliah dakwah kat sana, alhamdulillah tercapai jugak cita2 dia. Dia ada jugak ajak aku ke sana belajar bersama, katanya x perlukan apa - apa..cuma sediakan sijil spm, pasport dan tiket flight sahaja, bagi yang tak punya asas bahasa arab perlu masuk foundation bahasa arab dhulu selama setahun dan selepas itu terus ke semester 1. Selama pengajian disana tak perlukan bayaran apa - apa, yuran pengajian tidak dikenakan kecuali untuk foundation bahasa arab shaje yg perlukan bayaran. Sebenarnye aku agak terkejut jugak, maklumlah kat Malaysia ni semua kene bayar, ilmu agak mahal disini. Tapi kat sana ilmu begitu murah. Katanya lagi, kebanyakan IPT kat  sana semua macam tu, bagaimana di mesir, jordan agaknya? Jika benar, pastilah ianya sesuatu yang amat bagus

Sebenarnya, itulah yang aku mahukan, meneroka sedalam2nya ilmu agama, berada dikalangan mereka, kerana sudah puas ku mengejar ilmu keduniaan. Tapi, ku kat sini masih ada banyak tanggungjawab yang perlu diselesaikan, hutang waktu belajar dulu pun masih belum diselesaikan sepenuhnya, nak berkelana sejauh tu bagi aku perlulah selesaikan segala yang tertunggak kat sini dulu, takut tak sempat, kita kan tak tahu bila mati itu menjemput. Aku berdoa pada Allah agar diberi peluang untuk aku menceduk sebanyak yang aku mampu segala ilmu yang baik selagi aku masih hidup dan berikan aku kekuatan agar aku mampu menyebarkannya, semoga Allah memudahkan urusanku. Semoga Allah memudahkan urusan kalian juga. Ameen~.

Thursday, June 3, 2010