Friday, September 17, 2010

Perangkap tikus

Seekor tikus mengintip disebalik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan fikirnya?
Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan; “Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, awaslah, ada perangkap tikus di dalam rumah!”
Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, “Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara peribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah.”
Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, “Ada perangkap tikus didalam rumah, sebuah perangkap tikus dirumah!”
“Wah, aku menyesal dengar khabar ini,” si kambing menghibur dengan penuh simpati, “tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!”
Tikus kemudian berbelok menuju si lembu.
” Oh? sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembu itu sambil ketawa.
Jadi tikus itu kembalilah kerumah, kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.
Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya. Isteri petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap. Didalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahawa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu.
Petani itu bergegas membawanya ke hospital. Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan pesakit demam panas minum sup ayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahan bahan untuk supnya itu.
Penyakit isterinya berlanjutan sehingga teman teman dan jiran tetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu. Petani itupun menyembelih kambingnya untuk memberi makan para pengunjung itu.
Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagi orang orang yang datang untuk pengkebumiannya sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat menjamu makan orang orang itu.
Moral kisah ini:
Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu fikir itu tiada kaitan dengan anda, ingatlah bahawa apabila ada ‘perangkap tikus’ didalam rumah, seluruh ‘ladang pertanian’ ikut menanggung risikonya . Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan dari baiknya.


______________________________________________
http://dakchomey.wordpress.com/category/kisah-teladan/

Mari blajo bahse ganu : Lesson 1





Segala loghat dan versi percakapan terengganu ni adalah hasil daripada pengalaman ku sebagai anak terengganu yang telah membesar di terengganu, roger!


Lesson 1~


Ayat Asal : "Kemana kamu pergi?"

Ada beberapa versi dan sebutan

1) "Mung gi 'mane?"

- Versi yang diatas ni adalah yang paling mudah difahami,
Mung (mu) = kamu    gi = pergi      'mane = kemana


* tanda ' ..seperti didepan perkataan mane itu merupakan sebutan 'sabdu'..cara menyebutnya adalah dengan menekankan sedikit sebutan huruf 'm'.


Penggunaan sabdu biasanya sebagai ganti kepada 'ke' dan 'di'...bergantung kepada situasi dan ayat.

Berbalik kepada ayat asal tadi.."mung gi mane"
Ada beberapa lagi versi, antaranya:

2) Mung gi dane?
3) Mung gi duane?
4) Mung gi khane?
5) Mung gi khuane?

Untuk ayat ni..perkataan 'gi' juga boleh digantikan dengan perkataan 'pah'.


Sekian, Selamat beramal~ ^^

Wednesday, September 15, 2010

Tick Tock Until Death's Knock

The truth is, this life we live is so complex
We never know, nor can we guess what will happen next
Whether if tomorrow will be a guaranteed day
Or even if our next breath will convey
And yet, we live our lives like a bunch of blind mice
Not knowing where we are destined, as if we’d live twice
However, the clock continues to go tick tock
Until you hear from death’s knock
We ponder upon life giving the hereafter a cold shoulder
Thinking that we can play while younger and pray once we’re older
But no one ever said that you would live to see another day
When was the last time you visited the graves and witnessed this dismay?
From old men to new born babies, haven’t you realized there is no age for death?
Take heed before your time is up and before you’ve taken your last breath
Every soul shall taste death and this is the sure reality
Not a single human or jinn can run away from this calamity
We all need to stop this deep slumber and awaken
Before it’s too late and our souls are taken
While you waste your life disobeying the Lord who created you
Remember the punishment of the grave and hell fire which we know is true
On a day which foul and evil souls are violently retrieved
Then taken to the first heaven to be rejected and aggrieved
The evil soul is thereafter flung down with a mighty throw
This is where the questioning begins 6 feet below
These evil and dirty sins will surely lead us astray
Even worse for those who used to never pray
Death is surely a calamity which we all know is the reality
Still, we’ve all been given a chance to reach paradise with dignity
All we have to do is submit to Allah and commit
Commit to the rules of Islam in this life which they perfectly befit
Then we will be amongst those who are admitted to a beautiful place
With gardens, beneath which rivers flow and full of grace
__________________________________________________________________

Tuesday, September 14, 2010

buat derk~ je

In en.kOri humble opinion,

Dalam isu membakar alQuran, menghina Rasulullah,,dan segala macam penghinaan lagi keatas islam ni, En.kori rase la kan, berdiam diri lebih baik. tak perlu membalas dengan cacian dan makian, tak perlu habiskan dakwat atau tenaga utk hantar petisyen atau surat bantahan. Juga tak perlu habiskan masa dengan demonstrasi jalanan.. (Uis~..biar betul en.kori ni! tak kan nak biar je islam dihina! ).

Diam bukan bermakna setuju,  izin bukan bererti redha!
Ye, memang betul..Kalau buat bantahan, ada juga kemungkinan perbuatan mereka dapat dihentikan seketika disebabkan oleh tekanan yang diberikan keatas mereka. Tapi! ini tak bermakna mereka akan quit terus. Hati mereka masih sama. 

Salah satu tujuan mereka berbuat perkara yang tak berakal ni adalah sengaja untuk memarakkan api kemarahan orang islam. Supaya dunia melihat..bagaimana gelabahnya islam menghadapi tohmahan ni. Sekiranya marah menguasai kita, emosi kita terganggu, maka berjayalah plan mereka. Jadi..kita diamkan diri je. 

 ...."Habis tu. biarkan je la mereka kata islam lemah? mudah dipermainkan?"...

Diam tak bermakna mudah dipermainkan. Diam kita kerana tak nak layan permainan jahil lagi tak bermanfaat ni.

 ...."Sebab apa en.kori kata ni satu permainan? ni kan isu besar!"...

Sebab, hanya budak-budak kecik yang belum sempurna akal je main permainan macam ni..tuduh menuduh yang kosong.

 "Ayah aku hebat! ayah ko tak hebat! Ayah aku hebat sebab misai dia lagi lebat!"....kalau ada budak cakap macam ni kat kalian, bukan sekali dua kali, tapi berkali2~..adakah kalian akan membantah sekeras-kerasnya budak tersebut? atau menghantar surat bantahan kepada mak bapak budak tersebut? atau balas balik seperti budak tu kata? En.kori pasti kalian akan buat derk~je (buat tak kisah). Sebab kalian tahu yang budak tu hanya budak yang tak tahu apa-apa.

Samalah dengan keadaan sekarang, jika kita melayan mereka..makin menjadi2 nanti. Jadi..lebih baik diamkan diri, lama kelamaan letih jugak mereka nanti. dan berdoalah agar mereka diberikan hidayah oleh Allah. Mereka adalah orang2 yang penuh semangat, bagus juga kalau mereka islam. ^^

ingat, Allah sentiasa menjaga kalam-Nya.

Mereka tak sedar sebenarnya, apa yang mereka lakukan selama ini  makin menarik umat dunia mengenal islam yang indah ini. Amat hebat rencana Allah.

Dan, Jika benar kita nak bersuara, hamburkan pada musuh yang sudah jelas, zionis yang menzalimi palestine.
Bebaskan alQuds..biar palestine kembali damai bersama islam.


Mimpi apakah ini?




Saya ada termimpi..

Saya berada di satu kawasan kubu bersama sekelompok manusia, lalu kubu itu diserang oleh musuh yang amat ramai. Pada mulanya saya mencapai satu tombak yg bersaiz biasa sebagai senjata, melihatkan musuh sudah mulai memenuhi kawasan kubu, saya buang tombak tersebut dan mencapai satu lagi tombak yg lebih panjang..amat panjang, seperti galah. Saya fikir saya mampu gunakan tombak panjang itu untuk memukul musuh dengan jarak yg lebih jauh. Saya melihat musuh hanyalah mengunakan pisau yang kecil dan pendek. Saya berteriak, "Allahu akbar! Allahu akbar!", sambil melibas tombak yang ada pada saya kearah musuh. Walaubagaimana pun, ia tidak mampu menghalang kemaraan musuh. Akhirnya saya ditikam oleh musuh dengan pisau kecil itu bertubi-tubi. Dalam hati saya berkata,"mungkin inilah syahidku". Dibibir mula melafaz kalimah," La ilaha ilallah!."..Lepas tu terus terjaga. 

Mimpi ni membuatkan saya termenung sejenak.

Thursday, September 9, 2010

Selamat menyambut Eid ul-fitr!







Allahu Akbar… ~

Allahu Akbar… ~
Allahu Akbar… 
Laa Ilaaha Illallaah wallaahu Akbar… ~
Allahu Akbar wa Lillaahilhamd~~.

Dikesempatan ini, Bukhari Mohamed @ kori @ B @ matyie @ QoiE @ Nasrettin nak ucapkan Selamat menyambut eidul fitri. Taqabalallahu minnaa wa minkum syiamana wa syiamakum minal aidzin wal faidzin asalluka afwan dzahiran wa bathinan ( Semoga Allah SWT menerima semua amalan dan puasa kita, dan semoga menjadikan kita termasuk ke dalam golongan orang2 yang kembali dari perjuangan di bulan ramadhan sebagai orang2 yang menang. Mohon maaf lahir dan bathin).


thanx to akhi supriyono.


Sunday, September 5, 2010

Mati itu dekat!

Berita utama dalam akhbar metro semalam betul2 membuatkan saya termenung seketika. Seorang ustazah bersama anaknya yang berusia 10tahun mati dibunuh dengan kejam dengan tangan dan kaki mereka terikat. Siapa dalangnya biarlah Allah saja yang menghukum. Takdir juga telah ditetapkan, pada saat itu malakatul maut menjalankan tugasnya dengan penuh taat dan tepat keatas dua hamba Allah itu.


Melihat seseorang yang berstatus ustazah dibunuh dengan kejam sebegitu pastilah menimbulkan pelbagai persoalan. berrmacam andaian, rasa geram. Sebenarnya ramai juga yg mati dibunuh hari2 terpampang kat dada akhbar, tapi entah kenapa kejadian yg satu ni betul2 mengusik jiwa. Dia pastinya tidak pernah terfikir akan 'dijemput kembali' pada akhir ramadhan ini, dengan cara yang sebegini. Allah sudah menetapkan segalanya. Begitu juga dengan arwah Din beramboi yg mungkin tidak terfikir langsung yang tahun lepas adalah ramadhan terakhirnya, yasmin ahmad juga begitu, siapa sahaja..tiada seorang pun tahu kapan datangnya ajal. Allah jualah yg Maha mengetahui.


Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Al-Jumu'ah:8)


Dan tiada seorang jiwa pun yang mengetahui di belahan bumi manakah ia akan mati (Luqman: 34).


Dan bagi kita yang hidup ni, yang hari-hari menyaksikan berita kematian mereka yg lebih awal dijemput, apa yang kita dapat daripada sebuah khabar kematian? Apa yang kita rasakan? adakah sekadar kasihan seminit untuk mereka yg mati sakit atau accident atau terbunuh atau dibunuh? menyimpan geram seminit untuk pembunuh? 
Daripada kematian orang lain itu juga, dapatkah kita rasakan yang mati itu dekat? Amat dekat sekali.


“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” tanya Imam Al Ghazali kepada murid-muridnya. Lalu murid-muridnya pun menjawab bahwa yang paling dekat dengan kita adalah orang tua, guru, sahabat, dan teman. Imam Al Ghazali membenarkan jawaban muridnya. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Sebab itu merupakan janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan mati (Ali Imran : 185)


Ambillah iktibar dari khabar sebuah kematian. Agar hati kita tidak terlalai dengan dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang bermaksud "Perbanyakkanlah olehmu mengingat perosak kelazatan, iaitu mati." (Hadis riwayat al-Tirmizi)


Selalu sangat kita lupa, antara terlupa atau pura2 lupa, entah yang mana satu. Yang pastinya, kehidupan dunia ini bukanlah detinasi kekal. 


Jangan nanti bila sudah terlewat, tiada lagi alasan di hadapan Allah, tiada lagi peluang kembali. Ambillah masa yang ada ni..Cubalah menjadi kuat, sabar untuk selama hidup ini demi mencapai kebahagiaan yg sebenarnya disana nanti. Biar kita benar-benar mujahadah. Biar kita jadikan kematian itu tidak menakutkan jika kita benar bersedia. Biar kita jadikan kematian itu sebagai istirehat buat kita yang lelah meredah dunia. Perbanyakkan amalan, ikhlaskan ibadah semoga diterima Allah, Semoga termasuk kedalam golongan yg diredhai Allah, dunia akhirat.


Rasulullah SAW bersabda bermaksud: Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya. Sesungguhnya salah seorang kamu mengerjakan amal ahli syurga sehingga tidak ada jarak antaranya dengan syurga melainkan sehasta, kemudian terdahulu ketentuan yang tertulis lalu ia mengerjakan amalan ahli neraka maka masuklah ia ke dalamnya (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

















Tuesday, August 31, 2010

Virus dalam jiwa bangsa



Apa yg dijunjung duhulunya sehingga kini bukanlah sebuah kemerdekaan. Ia adalah Permulaan derap langkah menuju kemajuan, dan kemerdekaan yg kita harapkan itu masih jauh. Dengan apa yg ada pada hari ini..kemerdekaan itu masih jauh. Kita yg makin hanyut dengan ilusi kemerdekaan. Hasil buah tangan penjajah.


Pejajahan minda, Ia bukan bukanlah sebuah agenda atau pelan yang dirancang, saya pasti.
Kerana mereka yang dikatakan penjajah juga telah  sedia rosak kerana minda sebegini, Ia adalah virus! mereka sekadar berkongsi virus yang mereka hidapi sebagai buah tangan. Dan kita menerimanya tanpa ada penolakan sedikit pun. 

Oleh sebab itu, tidak harus mereka dikambinghitamkan kerana gejala yang kita hadapi sekarang. Kerana kita yang rela menerima tanpa paksa. Diibaratkan, seseorang datang kepadamu lalu menghulurkan sebungkus hadiah sambil berkata," Ini adalah hadiah dariku untukmu, ia adalah sejenis virus yg amat merbahaya yang bisa menghancurkan seluruh bangsa, aku sedang menghidapinya dan aku mahu berkongsi denganmu. orh..satu lagi, ia boleh jadi merosakkanmu tanpa sedar." Lalu kita menerimanya sambil berkata," Terimakasih banyak2~, saya tak kisah bahaya sebesar mana pun, dan saya memang suka sesuatu yang seperti ini."..Reaksi yang pelik bukan? sepatutnya kita lari, atau menolak, tapi kita menerimanya malah dengan tangan yang terbuka, itulah hakikat.

Jadi, Selagi kita tidak mampu menolak virus ini, selagi kita masih enjoy dengan virus ini, kita tak akan menemui vaksin bagi penyakit ini.

Sampai bila lagi?

Thursday, August 26, 2010

Belajar hikmah cara Socrates

Dipetik dari laman: Saifulislam.com


Saya menerima sebuah email berbunyi:

“Assalamualaikum ustaz. Saya nak minta pandangan ustaz tentang hasrat saya berhenti belajar. Saya sudah hilang minat dengan study saya sekarang. Untuk pengetahuan ustaz, saya sedang menuntut di sebuah IPT di dalam bidang kejuruteraan. Saya mahu belajar agama, supaya saya faham al-Quran dan al-Sunnah. Kalau boleh saya mahu jadi macam ustaz dan rasanya saya cemburu dengan ustaz. Saya bercadang untuk ke Negara Arab dan mohon ustaz tolong saya dapatkan fund untuk saya ke sana.”

Kepada pelajar berkenaan, dan rakan-rakan yang sehasrat dengannya, saya perturunkan kisah di bawah ini sebagai panduan:

Suatu hari, seorang pemuda datang kepada Socrates dan berkata, “saya mahu belajar dan tahu semua yang kamu tahu!”
“Kalau itu yang kamu mahukan, mari ikut aku ke sungai” jawab Socrates.
Dengan perasaan penuh ghairah, pemuda tersebut mengekori Socrates berjalan menuju ke sungai yang dimaksudkan. Apabila tiba di tebing sungai, Socrates memanggil pemuda tersebut, menyuruhnya merenung ke air.
“Tengok betul-betul dalam air tu, apa yang kamu nampak?” katanya.
“Saya tak nampak apa-apa pun”, jawab pemuda tersebut.
“Tengok betul-betul. Dekatkan lagi kepala kamu itu ke air” tegas Socrates.
Apabila pemuda itu meniarap dan mendekatkan mukanya ke air, Socrates segera memegang kepalanya dan membenamkan ia ke dalam air! Pemuda tersebut meronta-ronta dan tangannya terkapai-kapai kelemasan.
Terdesak!
Bila mana pemuda tersebut kelihatan sudah seperti mahu lemas, Socrates menarik keluar kepalanya dan menyandarkan beliau ke tebing.
“Hoi orang tua. Engkau gila ke apa?” tanya lelaki itu sambil terbatuk-batuk mencuba nafas.
“Engkau nak bunuh akukah?” geram benar bunyinya.
“Semasa aku benamkan kepala engkau ke dalam air, apakah benda yang paling engkau hajatkan pada detik itu?” tanya Socrates.
“Aku nak bernafas, aku mahukan udara!” jawabnya tegas.
“Jangan sekali-kali kamu tersilap fikir bahawa HIKMAH itu boleh diperolehi dengan mudah, wahai anak muda” kata Socrates.
“Apabila kamu mahu belajar, seperti kamu mahu dan berhajat kepada udara sebentar tadi, barulah datang kepadaku” tegas Socrates, menyimpulkan pelajaran pertamanya petang itu.

[petikan The 7 Habits of Highly Effective Teens - Sean Covey]

Habiskan dahulu pengajian anda. Jika selepas setahun dan berhasil menggenggam segulung ijazah, anda masih mempunyai semangat yang sama tinggi untuk mengaji agama, maka benarlah anda memang patut mengaji agama dan mengkhususkan diri di bidang tersebut. Jika selepas menggenggam ijazah, semangat anda sudah pudar dan timbul pula hasrat-hasrat yang lain, maka bersyukurlah kerana Allah telah menyelamatkan bidang agama daripada didokong oleh orang yang semangatnya hangat-hangat tahi ayam

Tuesday, August 24, 2010

syahadah gadis aties (Novel)




Syahadah gadis aties - Karangan Imran Haaz

First saya dapat tau novel ni adalah daripada akhbar metro. Hari tu jugak saya pergi dapatkannya kat kedai darul ansar. Saya bukanlah pencinta novel, ataupun pembaca novel yg tegar. Tapi novel ni amat menarik minat saya. Melihatkan pada tajuk novel 'syahadah gadis aties' sudah pasti akan ada elemen perbahasan agama didalamnya. Dan telahan saya tepat, malah lebih dari apa yang saya sangka.

Novel ni, apa yang saya boleh gambarkan adalah sebuah buku perbandingan atau perbahasan agama tetapi digarapkan dalam bentuk novel. Dari permulaan sehingga akhir mukasurat, boleh dikatakan penuh dengan hujah dan dalil. Kebanyakan persoalan popular daripada non-muslim serta tuduhan dan tohmahan mereka terjawab dalam novel ni, malah hujahnya begitu jelas dan boleh diterima akal, ditambah kuat lagi dengan selingan dalil2 daripada alQuran serta kitab2 agama lain.

Ia mengisahkan seorang pemuda yang agak 'rock' menaiki tren untuk balik kampung dan terserempak dengan seorang gadis melayu yang ragu2 tentang kewujudan tuhan. Dan mereka duduk ditempat yang bersebelahan didalam train tersebut disepanjang perjalanan mereka. Dari situ bermulalah perbualan mereka tentang tuhan, tentang agama, tentang islam.

Secara keseluruhannya, buku ni adalah sederhana sebagai  novel, TETAPI, ia bagus sebagai buku perbandingan agama atau lebih mudahnya dilabelkan sebagai buku menjawab tohmahan terhadap islam. Amat bagus dan saya sarankan untuk dibaca...  ----> A